Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaManadoPemerintahan

Garda Terdepan Mudik 2026: Otban VIII Manado Siaga 24 Jam Pantau Delay dan Cuaca Buruk

×

Garda Terdepan Mudik 2026: Otban VIII Manado Siaga 24 Jam Pantau Delay dan Cuaca Buruk

Sebarkan artikel ini
Ka.Otban VIII Manado, Ambar Suryoko. (Foto: Ridho L Tobing)
Ka.Otban VIII Manado, Ambar Suryoko. (Foto: Ridho L Tobing)
Example 468x60

Manado, SUDARA.ID – Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VIII Manado mengambil peran sebagai garda terdepan dalam memastikan kelancaran arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Kepala Kantor Otban Wilayah VIII Manado, Ambar Suryoko, menginstruksikan seluruh operator bandara dan maskapai untuk memberikan pelayanan terbaik guna menjamin kenyamanan penumpang.

​Hal tersebut ditegaskan Ambar Suryoko saat menghadiri pembukaan Posko Monitoring Layanan Angkutan Udara Lebaran 2026 di Lobby Terminal Keberangkatan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Jumat (13/3/2026).

Example 300x600

​Berdasarkan data proyeksi, jumlah pengguna jasa angkutan udara di Bandara Sam Ratulangi pada periode Lebaran 2026 diperkirakan menembus 111.084 penumpang. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 102.000 penumpang.

Baca juga:   Bandara Sam Ratulangi Manado Sambut Kedatangan Kloter 13 Jemaah Haji Embarkasi Balikpapan

​”Kami mengingatkan kembali kepada operator agar penumpang dilayani dengan baik. Ini adalah hajat orang banyak untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman,” ujar Ambar dalam arahannya.

​Sebagai regulator dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Ambar menekankan pentingnya komunikasi cepat antara maskapai dan penumpang, terutama jika terjadi keterlambatan (delay).

​”Apabila terjadi keterlambatan, pihak airline harus segera memberikan informasi kepada pengguna jasa. Jangan sampai mereka sudah mepet waktu ke bandara, ternyata ada perubahan jadwal. Komunikasi dan koordinasi antar-operator sangat krusial untuk mengantisipasi kejadian di masa lalu,” tegasnya.

Baca juga:   Cuaca Ekstrem Kembali Melintasi Sulut, BMKG Ingatkan Warga dan Pemerintah Antisipasi Potensi Bencana

​Selain pelayanan, faktor keselamatan menjadi poin yang tidak bisa ditawar. Mengingat kondisi cuaca ekstrem seperti angin kencang yang sempat mengganggu jadwal penerbangan baru-baru ini, Otban VIII meminta semua pihak tetap waspada.

​”Kita tahu kemarin ada angin kencang yang memicu penundaan keberangkatan. Kami minta aspek keselamatan tetap yang utama. Jika cuaca buruk, pastikan operasional ditunda sampai kondisi benar-benar membaik,” tambah Ambar.

​Guna memastikan pengawasan berjalan maksimal selama 16 hari (H-8 hingga H+8 Lebaran), Otban VIII Manado juga menyiagakan posko internal yang akan berkolaborasi dengan Posko Terpadu PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).

Baca juga:   Distribusi Logistik Pemilu ke Bunaken Kepulauan Terkendala Cuaca Ekstrem

​”Selain posko di bandara, kami juga menyiagakan posko di kantor Otban. Kami siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk menyikapi setiap potensi gangguan, baik akibat penumpukan penumpang maupun faktor cuaca,” pungkasnya.

​Posko Monitoring ini sendiri melibatkan 105 personil gabungan dari berbagai instansi terkait, termasuk TNI, Polri, BMKG, hingga pihak karantina, yang akan bersiaga selama 24 jam penuh hingga 30 Maret 2026 mendatang.

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *