Bumi Nyiur (Manado), SUDARA.ID – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Royke Octavian Roring, menggelar kegiatan Reses II Tahun 2026 untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Kelurahan Bumi Nyiur, Kecamatan Wanea Kota Manado. Sejumlah isu krusial mendominasi pertemuan tersebut, mulai dari pengelolaan sampah, penanganan banjir, penerangan jalan umum (PJU), perbaikan infrastruktur lorong, hingga kewaspadaan terhadap bencana kebakaran.
Dalam sesi dialog, warga Bumi Nyiur dan sekitarnya menyampaikan berbagai keluhan. Irianto, salah satu warga, menyoroti efektivitas armada pengangkut sampah (Viar) yang mulai rusak dan memerlukan pembaruan. Ia juga mempertanyakan mekanisme teknis penampungan sampah dari rumah tangga ke titik pengangkutan agar tidak tercecer saat hujan.
Selain masalah sampah, warga juga mengeluhkan ancaman banjir akibat pendangkalan dan penyempitan saluran drainase, belum terealisasinya perbaikan jalan di Perumahan Papua Indah sepanjang kurang lebih 40 meter, serta permintaan penambahan titik penerangan jalan di lokasi-lokasi rawan.
Menanggapi hal tersebut, Royke Roring menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh aspirasi warga melalui fungsi pengawasan dan penganggaran di DPRD Sulut.
Terkait armada sampah, mantan Bupati Minahasa ini berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulut untuk mengecek peluang program bantuan alat angkut sampah bagi kabupaten/kota, khususnya Kota Manado.
”Mengenai armada pengangkut sampah yang rusak, kami akan mengecek ke DLH Provinsi apakah ada program bantuan armada untuk kabupaten/kota. Pengelolaan sampah rumah tangga memang harus tertata, menggunakan wadah atau kantong plastik yang rapi agar saat hujan turun tidak tersapu air dan menyumbat drainase,” ujar Royke.
Mengenai penerangan jalan, Royke mengonfirmasi bahwa usulan PJU telah masuk dalam program perencanaan anggaran tahun ini. Ia memastikan akan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan setempat agar penempatan titik lampu PJU tepat sasaran.
”Untuk penerangan jalan, sudah masuk dalam usulan program aspirasi, termasuk sekitar 10 hingga 15 titik di area sekitar STM. Penentuan koordinat titiknya nanti akan dikordinasikan langsung dengan Ibu Lurah agar terpasang di lokasi yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.
Terkait perbaikan jalan lingkungan seperti di Perumahan Papua Indah, Royke mencatat usulan tersebut untuk diperjuangkan pada alokasi program pembangunan infrastruktur pemukiman (paving block/penerobosan jalan) di tingkat provinsi maupun koordinasi lintas Pemkot Manado.
Di akhir penyampaiannya, Royke mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan di musim kemarau, terutama terkait bahaya kebakaran dan kebersihan lingkungan menjelang musim penghujan.
”Kami mengimbau warga untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan, mengingat cuaca panas membuat api cepat membesar. Kerja bakti membersihkan saluran air dan pemangkasan pohon juga penting dilakukan bersama pemerintah kelurahan sebelum memasuki musim hujan guna mencegah banjir,” pungkasnya.
Seluruh poin aspirasi yang terangkum dalam reses ini akan disusun menjadi laporan resmi DPRD Provinsi Sulawesi Utara untuk diteruskan kepada pihak eksekutif dalam Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
















