Manado, SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, menghadiri perayaan Cap Go Meh di kawasan Kampung Cina, Kota Manado, Selasa (3/3/2026). Kehadiran orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai tersebut menegaskan posisi Sulawesi Utara sebagai provinsi yang menjunjung tinggi toleransi dan harmoni sosial.
Didampingi Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Gubernur Yulius disambut oleh ribuan warga yang memadati lokasi sejak siang hari. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa momentum Cap Go Meh bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan pernyataan terbuka atas komitmen pemerintah dalam merawat keberagaman.
”Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya menyampaikan selamat kepada masyarakat Tionghoa yang merayakan Cap Go Meh. Kiranya kebahagiaan dan keberkahan menyertai kita semua,” ujar Gubernur Yulius dalam keterangan resminya.
Acara dibuka secara simbolis melalui pemukulan gong oleh gubernur, yang menandai dimulainya pawai budaya dari perwakilan sembilan klenteng. Dentang gong tersebut dimaknai sebagai representasi komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ruang ekspresi budaya agar tetap hidup dan terhormat di tengah masyarakat.
Di Sulawesi Utara, perayaan Cap Go Meh kini telah melampaui batas seremoni keagamaan. Tradisi ini telah bertransformasi menjadi peristiwa sosial-budaya inklusif yang memperkuat kohesi sosial antarwarga dari berbagai latar belakang.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan bahwa stabilitas sosial dan harmoni merupakan prioritas utama. Di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus, keberagaman dipandang sebagai kekuatan strategis untuk mendorong pembangunan daerah.
”Sulawesi Utara akan terus berdiri sebagai rumah besar bagi seluruh elemen masyarakatnya,” pungkasnya.
















