Manado, SUDARA.ID – Jumlah penduduk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada tahun 2025 resmi menyentuh angka 2.665.200 jiwa. Menariknya, potret demografi terbaru menunjukkan bahwa populasi di Bumi Nyiur Melambai saat ini lebih didominasi oleh kaum laki-laki dibandingkan perempuan.
Berdasarkan data yang dirilis Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Keluarga Berencana (Dukcapil-KB) daerah Sulut, jumlah laki-laki tercatat sebanyak 1.361.188 jiwa atau sekitar 51,07 persen. Sementara itu, jumlah penduduk perempuan berada di angka 1.304.012 jiwa atau 48,93 persen.
Kepala Dinas Dukcapil-KB Daerah Sulut, Christodharma Sondakh, menjelaskan bahwa meski terdapat selisih yang membuat jumlah pria lebih banyak, namun secara keseluruhan kondisi demografis Sulut masih tergolong sangat seimbang.
”Secara rasio, terdapat 104 laki-laki di antara 100 perempuan. Ini menunjukkan struktur kependudukan kita tumbuh dengan stabil dan sehat,” ujar Sondakh saat memberikan keterangan terkait data kependudukan terbaru, Jumat (17/4/2026).
Sondakh memaparkan, jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang berjumlah 2.645.291 jiwa, terjadi kenaikan sebesar 19.909 jiwa. Artinya, pertumbuhan penduduk di Sulawesi Utara cenderung melambat dan stabil di angka 0,75 persen.
Data tersebut bersumber dari Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) hasil Konsolidasi Bersih II Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri RI).
Secara wilayah, Kota Manado tetap menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbesar, yakni 462.658 jiwa atau sekitar 17,36 persen dari total penduduk provinsi. Posisi ini menegaskan peran Manado sebagai pusat utama aktivitas pemerintahan, ekonomi, dan jasa di Sulawesi Utara.
Menyusul di bawahnya adalah Kabupaten Minahasa dengan 333.316 jiwa, Kabupaten Bolaang Mongondow (259.960 jiwa), Kabupaten Minahasa Selatan (244.070 jiwa), dan Kabupaten Minahasa Utara (232.848 jiwa).
Sedangkan untuk wilayah kota lainnya, Bitung mencatat 217.504 jiwa, Kotamobagu 122.230 jiwa, dan Tomohon 104.260 jiwa.
Di wilayah kepulauan, jumlah penduduk relatif lebih kecil. Kabupaten Kepulauan Sangihe tercatat memiliki 136.393 jiwa, Kepulauan Talaud 101.020 jiwa, dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) sebanyak 69.965 jiwa.
Menurut Sondakh, pola persebaran ini menunjukkan konsentrasi yang masih terpusat di wilayah perkotaan dan kawasan Minahasa Raya. Sementara itu, wilayah kepulauan dan sebagian Bolaang Mongondow Raya memiliki kepadatan yang lebih rendah.
”Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan kependudukan ke depan tidak hanya pada jumlah, tetapi juga pada pemerataan persebaran penduduk antarwilayah demi pembangunan yang lebih inklusif,” pungkasnya.

















