Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaBitungHukrimPeristiwa

Kapolres Bitung Albert Zai Dianugerahi Gelar Adat Minahasa: Tonaas Tonsea Waraney Gumigiroth

×

Kapolres Bitung Albert Zai Dianugerahi Gelar Adat Minahasa: Tonaas Tonsea Waraney Gumigiroth

Sebarkan artikel ini
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai SIK MH resmi dianugerahi gelar adat Tonaas Tonsea Waraney Gumigiroth oleh Majelis Adat Budaya Tonsea Minahasa, Rabu (20/5/2026). (Foto: Ridho L Tobing)
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai SIK MH resmi dianugerahi gelar adat Tonaas Tonsea Waraney Gumigiroth oleh Majelis Adat Budaya Tonsea Minahasa, Rabu (20/5/2026). (Foto: Ridho L Tobing)
Example 468x60

Bitung, SUDARA.ID – Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, SIK, MH, resmi menyandang gelar adat Minahasa sebagai Tonaas Tonsea Waraney Gumigiroth. Penganugerahan sakral ini diberikan langsung oleh Majelis Adat Budaya Tonsea Minahasa melalui prosesi sidang adat yang digelar di Lapangan Kantor Walikota Bitung, Rabu (20/5/2026).

​Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat ini diintegrasikan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Kota Bitung. Kehadiran berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, pejabat pemerintah daerah, hingga tamu undangan turut menjadi saksi pengakuan kultural bagi perwira menengah Polri tersebut.

Example 300x600

​Sebelum gelar disematkan, Majelis Adat Budaya Tonsea Minahasa terlebih dahulu menyelenggarakan sidang adat yang ketat. Mekanisme ini merupakan tata cara mutlak dalam tradisi Minahasa untuk memvalidasi dan menentukan tokoh yang benar-benar layak menerima penghargaan adat kehormatan.

Baca juga:   Polri Temukan Mayat di Bacan Timur, Diduga Awak Media yang Hilang saat Insiden Speedboat Basarnas

Prosesi sakral dimulai saat Tetua Adat Tonsea satu per satu mengenakan atribut simbolis kepada AKBP Albert Zai. Pemasangan dimulai dari penutup kepala adat, selendang khas, hingga ikat pinggang merah kebesaran yang sarat makna filosofis. Puncak ritual budaya ini ditandai dengan penyerahan tongkat kepemimpinan Tonaas serta dokumen resmi penganugerahan gelar adat, yang menegaskan legitimasi sang Kapolres sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat adat Minahasa.

​Simbol Pemersatu di Tengah Heterogenitas

​Pemberian gelar adat ini bukan sekadar seremoni kebudayaan. Langkah ini merupakan wujud apresiasi tertinggi atas kontribusi nyata Kapolres Bitung dalam menjaga stabilitas keamanan, mendorong pembangunan daerah, serta merawat keharmonisan di tengah masyarakat Bitung yang majemuk.

​Para tokoh adat menilai, AKBP Albert Zai telah menunjukkan dedikasi, kepedulian, dan komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai kebudayaan serta mengobarkan semangat kebangsaan di gerbang maritim Sulawesi Utara ini.

Baca juga:   Satresnarkoba Polres Bitung OTT Seribu Butir Obat Keras Ifarsyl

​Komitmen Jaga Kamtibmas dan Kelancaran Ekonomi

​Merespons anugerah tersebut, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai menyatakan rasa bangga sekaligus haru atas penerimaan dirinya oleh masyarakat adat Minahasa, khususnya sub-etnis Tonsea.

​”Tentu ini kebanggaan bagi saya dan keluarga. Ini merupakan apresiasi masyarakat adat atas segala apa yang kita lakukan untuk masyarakat, khususnya di Kota Bitung. Saya mengucapkan terima kasih yang mendalam atas gelar adat ‘Tonaas’ yang diberikan kepada saya,” ujar Albert Zai.

​Perwira asal suku Nias ini menggarisbawahi bahwa identitas baru ini membawa tanggung jawab moral yang besar. Ia menegaskan kesiapannya untuk berdiri mengayomi masyarakat adat Minahasa demi terciptanya sinergi yang kokoh.

Baca juga:   Gelar Teatrikal Jalan Salib, GMIM Eben Haezer Sarongsong Satu Kenang Sengsara Yesus Tebus Dosa

​”Ini merupakan tantangan bagi saya. Artinya, saya dari (suku) Nias, sekarang saya bertambah lagi sukunya, saya menjadi bagian dari masyarakat adat suku Minahasa. Tentu saya juga harus bertanggung jawab bagaimana bisa menjaga, khususnya saudara-saudara kita Minahasa, untuk sama-sama bekerja sama dalam tugas menjaga keamanan dan ketertiban,” tuturnya diplomatis.

​Di akhir penyampaiannya, Tonaas Albert Zai mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu merawat kondusivitas kota sebagai pilar utama perputaran ekonomi warga.

​”Saya mengajak saudara-saudara dari Minahasa untuk menjaga negeri kita, banua kita, tempat tinggal kita, tempat kita mencari nafkah dan kehidupan, agar tetap aman dan kondusif. Jika keamanan terjaga, kehidupan bahagia, ekonomi lancar, dan seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik,” pungkas Kapolres.

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *