Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaKesehatanPemprov Sulut

Pangkas Antrean Pasien Cuci Darah, Gubernur Yulius Hadirkan Layanan Hemodialisis di RSMN Bitung

×

Pangkas Antrean Pasien Cuci Darah, Gubernur Yulius Hadirkan Layanan Hemodialisis di RSMN Bitung

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE didampingi Ketua TP PKK Sulut, Ny Anik Yulius Selvanus saat meninjau langsung fasilitas layanan Hemodialisis UPTD Rumah Sakit Manembo-nembo (RSMN) Tipe C Bitung, dipandu langsung oleh Direktur Dr. dr. Nicolas Chally Tirayoh, M.Kes, FISQua, Senin (6/7/2026). (Foto: Istimewa)
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE didampingi Ketua TP PKK Sulut, Ny Anik Yulius Selvanus saat meninjau langsung fasilitas layanan Hemodialisis UPTD Rumah Sakit Manembo-nembo (RSMN) Tipe C Bitung, dipandu langsung oleh Direktur Dr. dr. Nicolas Chally Tirayoh, M.Kes, FISQua, Senin (6/7/2026). (Foto: Istimewa)
Example 468x60

Bitung, SUDARA.ID – Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam memperluas akses kesehatan berkualitas kembali diwujudkan secara nyata. Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, meresmikan Unit Pelayanan Hemodialisis UPTD Rumah Sakit Manembo-nembo (RSMN) Tipe C Bitung, pada Senin (6/7/2026).

​Kehadiran orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini turut didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Ny. Anik Wandriani. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Direktur RSUD Manembo-Nembo Bitung, Dr. dr. Nicolas Chally Tirayoh, M.Kes, FISQua, bersama jajaran, serta dihadiri langsung oleh Walikota Hengky Honandar bersama Ketua TP PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh SE dan Wakil Walikota Bitung Randito Maringka S Sos.

Example 300x600

​Peresmian yang berlangsung di Gedung Unit Hemodialisis RSMN Bitung ini menjadi langkah strategis untuk memangkas jarak dan waktu bagi penderita gagal ginjal di Kota Bitung. Fasilitas ini menjadi jawaban konkret agar masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Manado demi mendapatkan pelayanan cuci darah rutin.

Bawa Hadiah Empat Alat Cuci Darah, Gubernur Desak Penambahan Fasilitas
​Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus mengaku bangga bisa kembali menginjakkan kaki di RSMN Bitung dengan membawa dampak instan bagi operasional rumah sakit.

​”Hari ini kita meresmikan Ruang Hemodialisis Rumah Sakit Manembo-Nembo Bitung. Saya tentunya bangga karena ini sudah kedua kalinya saya datang ke sini. Kalau yang pertama saya membawa hadiah dua unit mobil ambulans, hari ini saya membawa empat alat hemodialisis yang kita resmikan,” ujar Yulius.

Baca juga:   Gubernur Sulut Yulius Selvanus Hadiri Rakornas KKP: Dorong Swasembada Pangan Berbasis Maritim

​Meski demikian, purnawirawan jenderal bintang dua ini menegaskan bahwa empat unit alat hemodialisis tersebut masih jauh dari kata cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat Kota Bitung yang mencapai kisaran 217 ribu jiwa. Dengan kapasitas pelayanan saat ini yang baru menyentuh sekitar delapan pasien per hari, antrean panjang masih menjadi tantangan besar.

​”Alat kita baru empat. Sementara tadi disampaikan masih ada sekitar 180 pasien yang antre. Jangan sampai masyarakat keburu meninggal karena terlambat mendapatkan pelayanan. Ini harus kita tingkatkan secepatnya,” tegas Gubernur dengan nada lugas.

Siap Dorong Upgrade Status RSUD Kota Bitung ke Kemenkes
​Merespons dinamika kebutuhan kesehatan di Kota Bitung, Gubernur Yulius menyatakan dukungan penuhnya atas aspirasi Pemerintah Kota Bitung untuk menaikkan status RSUD Kota Bitung dari Tipe D menjadi Tipe C.

​”Tadi Pak Walikota sudah menyampaikan harapannya agar RSUD Kota Bitung bisa naik menjadi Tipe C. Kita akan bantu dorong ke Kementerian Kesehatan. Kota sebesar Bitung sudah seharusnya memiliki rumah sakit dengan fasilitas yang lebih memadai,” jelasnya.

​Ia juga menambahkan, Bitung sebagai kota strategis tidak boleh tertinggal dari wilayah kabupaten lain di Sulut yang saat ini tengah memacu pembangunan fasilitas kesehatannya.

Baca juga:   OD-SK Sambut Baik Rute Penerbangan Baru Maskapai TransNusa

​”Sebentar lagi Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Utara, Minahasa Tenggara, dan Bolaang Mongondow Timur akan dibangun rumah sakit daerah. Masa kota seperti Bitung masih Tipe D? Ini harus kita perjuangkan bersama,” tambahnya.

​Capaian IPM Sulut Meroket, Sektor Kesehatan Jadi Motor Utama
​Pada kesempatan yang sama, Gubernur turut memaparkan indikator makro pembangunan manusia di Sulawesi Utara yang terus menunjukkan tren positif. Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut sukses bertengger di angka 76,32, yang ditopang kuat oleh sektor kesehatan, pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 5,64 persen.

​Sektor kesehatan mencatat rapor hijau dengan Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Sulut yang kini mencapai 74,44 tahun—menjadi yang tertinggi di seluruh Pulau Sulawesi. Atas capaian mentereng ini, pemerintah pusat memberikan apresiasi berupa dana insentif sebesar Rp3 miliar.

Sementara di sektor pendidikan, Sulut mengukuhkan posisi teratas nasional dengan tingkat melek huruf mencapai 99,7 persen.
​Menurut Yulius, keberadaan Unit Hemodialisis di RSMN Bitung merupakan ejawantah dari visi besar pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima melalui tiga prinsip utama.

​”Kita ingin pelayanan kesehatan memiliki tiga prinsip utama, yaitu cepat, dekat, dan bermutu. Cepat supaya masyarakat tidak menunggu terlalu lama. Dekat agar pelayanan mudah dijangkau. Dan bermutu sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan terbaik,” terangnya.

Baca juga:   Yulius Selvanus Resmikan Rumah Pemenangan YSK di Koka Minahasa

Menutup arahannya, Gubernur mengingatkan tantangan geografis Sulut yang memiliki 382 pulau, di mana 18 persen penduduknya bermukim di wilayah kepulauan. Guna mengantisipasi ketimpangan akses, Pemprov Sulut berkomitmen terus menggulirkan inovasi, termasuk mengoptimalkan layanan kesehatan bergerak (mobile health service).

​”Semua ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, dekat, dan bermutu. Dengan begitu, angka harapan hidup masyarakat Sulawesi Utara akan terus meningkat,” pungkasnya.

​Investasi Kemanusiaan di Balik Mesin Dialisis

​Peresmian Unit Hemodialisis RSMN Bitung bukan sekadar seremonial gunting pita atau pengoperasian alat medis baru. Bagi para penderita gagal ginjal di Kota Bitung dan sekitarnya, momen ini adalah hadirnya secercah harapan baru untuk menyambung hidup.

​Selama ini, pasien harus berkejaran dengan waktu, kelelahan fisik, hingga beban akomodasi yang besar untuk berobat ke Manado. Kini, negara hadir memotong birokrasi geografis tersebut. Kolaborasi solid antara Pemprov Sulut dan Pemkot Bitung membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan sejati tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, melainkan dari seberapa banyak beban masyarakat yang berhasil diringankan dan seberapa banyak kehidupan yang mampu diselamatkan.

​Dari Kota Bitung, Sulawesi Utara kembali melangkah menuju pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi dan membumi.

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *