Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaBisnis & EkonomiInternasionalLingkungan

Sinergi Ekonomi Biru, Delegasi Eropa Tinjau Keanekaragaman Hayati Maritim Sulut di Minahasa Utara

×

Sinergi Ekonomi Biru, Delegasi Eropa Tinjau Keanekaragaman Hayati Maritim Sulut di Minahasa Utara

Sebarkan artikel ini
Delegasi Uni Eropa di hutan mangrove Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. (Foto: Istimewa)
Delegasi Uni Eropa di hutan mangrove Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. (Foto: Istimewa)
Example 468x60

Minahasa Utara, SUDARA.ID – Komitmen komprehensif terhadap cetak biru ekonomi biru (blue economy) dan pelestarian maritim dunia ditunjukkan secara nyata di Bumi Nyiur Melambai. Tim Eropa yang terdiri dari para duta besar dan pejabat tinggi kedutaan besar negara-negara Uni Eropa menggelar kunjungan lapangan strategis ke Kabupaten Minahasa Utara, yang kemudian dipuncaki dengan jamuan Gala Dinner penuh kehangatan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

​Rangkaian agenda internasional ini menjadi panggung bagi Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, untuk memperkuat sinergi multilateral. Langkah konkret tersebut diawali dari peninjauan langsung tata kelola pesisir di Minahasa Utara hingga resepsi diplomatik akbar di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat malam (17/7/2026).

Example 300x600

Meninjau Jantung Segitiga Terumbu Karang di Minahasa Utara
​Sebagai wilayah kunci yang menyimpan ekosistem krusial berupa terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove, Kabupaten Minahasa Utara menjadi lokus utama kunjungan lapangan Tim Eropa. Wilayah ini memegang peran vital sebagai kawasan penyangga bagi Taman Nasional Bunaken serta menopang ruang hidup ribuan masyarakat pesisir.

Baca juga:   Gubernur Sulawesi Utara Hadiri Pembukaan Pesparani Katolik Daerah Pertama Tahun 2025

​Delegasi yang dipimpin langsung oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chaibi, meninjau langsung program “Marine Biodiversity and Support of Coastal Fisheries in the Coral Triangle”. Program berskala global ini didanai oleh Uni Eropa melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW) dan diimplementasikan secara kolaboratif bersama Kementerian Kehutanan serta Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Program.

​Di lapangan, para diplomat senior dari berbagai negara seperti Belanda, Prancis, Spanyol, Irlandia, Belgia, Denmark, Austria, hingga Lithuania berdialog langsung dengan kelompok masyarakat dari Desa Gangga Dua, Bahoi, Lihunu, Tarabitan, Bulutui, dan Galo-Galo. Kunjungan ini memotret keberhasilan nyata di mana konservasi mampu berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi pesisir, salah satunya lewat peningkatan pendapatan nelayan bagan di Desa Gangga Dua yang melonjak dari Rp20 juta menjadi Rp48 juta per musim berkat sistem penutupan musiman yang disepakati bersama.

​”Indonesia memiliki peran penting bagi dunia karena menjadi rumah bagi salah satu ekosistem laut terkaya bumi. Lewat strategi Global Gateway, Uni Eropa mendukung penuh pemulihan terumbu karang dan penguatan sektor perikanan,” ujar Denis Chaibi di sela kunjungan.

Baca juga:   Gubernur Yulius Terapkan WFH ASN Sulut Rabu-Kamis: "Kerja di Rumah, Bukan di Mall atau Rumah Kopi!"

Jamuan Hangat dan Diplomasi Semboyan Hijau-Biru
​Usai menuntaskan agenda di pesisir Minahasa Utara, kehormatan bagi Sulawesi Utara berlanjut ke meja diplomasi Wisma Negara Bumi Beringin. Gubernur Yulius Selvanus menyambut langsung para delegasi dengan kehangatan tradisi lokal yang kental, diawali lewat suguhan apik Tari-tarian khas Bolaang Mongondow yang memesona.

​Dalam sambutan selamat datangnya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa kehadiran para duta besar merupakan afirmasi kuat atas sinergi internasional dalam agenda berkelanjutan yang kini berjalan nyata di Sulut. Mengingat 73 persen wilayahnya adalah lautan, visi pembangunan Sulut kini diselaraskan secara total dengan kebijakan ekonomi biru nasional.

​”Kami bangga, mayoritas nelayan kami menggunakan alat tangkap tradisional yang menghasilkan tangkapan berkualitas tinggi seperti tuna dan cakalang, sekaligus menjaga keseimbangan ekonomi laut. Sektor ini telah berkontribusi nyata terhadap ekspor perikanan kami yang mencapai 140 juta USD,” urai Gubernur Yulius.

​Gubernur juga memaparkan keberhasilan program kemitraan bersama WCS dan Uni Eropa yang telah memberdayakan 29 desa pesisir, termasuk mengantarkan Desa Budo di Minahasa Utara meraih penghargaan desa wisata terbaik nasional. Di sisi ekologis, Sulut menunjukkan aksi nyata lewat penanaman 60.000 hektar mangrove yang berkontribusi menjaga 82,2 persen kualitas udara di Sulawesi Utara tetap berada pada kategori sangat bersih.

Baca juga:   Resmi Dibuka! Gubernur Yulius Instruksikan Galeri Dekranasda Sulut Masuk Itinerary Wajib Wisatawan

​”Semboyan kami adalah ‘Blue sea, blue sky, green land, and zero emission’. Ini yang kita tanamkan dan buktikan kepada dunia,” tegasnya.

Bidik Target Tuan Rumah UN CBD COP 2030
​Pertemuan bilateral ini tidak sekadar menjadi ajang evaluasi keberhasilan program, melainkan jembatan bagi ambisi besar Sulawesi Utara di panggung dunia. Di hadapan perwakilan 27 negara Uni Eropa, Gubernur Yulius secara resmi mendeklarasikan kesiapan dan menggalang dukungan penuh agar Sulawesi Utara dapat ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB (UN CBD COP) pada tahun 2030 mendatang.

​”Saya yakin dan percaya ke-27 negara Uni Eropa bisa menyuarakan ini, setelah Bapak dan Ibu melihat langsung bagaimana Sulawesi Utara; bagaimana lautnya, nelayannya, penduduknya, udaranya, hingga kesiapan infrastruktur transportasi dan perhotelan yang ada,” tutur Yulius optimis.

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *