Bitung, SUDARA.ID – Prajurit Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII menunjukkan aksi sigap dalam misi kemanusiaan di tengah laut. Personel TNI Angkatan Laut berhasil mengevakuasi empat korban luka bakar akibat insiden kebakaran kapal KM Anaiah yang terjadi di perairan antara Pulau Lembeh, Kota Bitung, dan Batang Dua, Ternate, Kamis (26/3/2026).
Pengerahan kekuatan ini merupakan respon cepat TNI AL dalam menangani situasi darurat di wilayah maritim Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Dalam operasi penyelamatan tersebut, Satrol Kodaeral VIII mengerahkan dua unit armada andalan, yakni KAL Tedong Naga VIII-25 dan RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat). Kedua armada ini memainkan peran krusial dalam menyisir lokasi kejadian dan memastikan seluruh korban segera mendapatkan pertolongan pertama.
Keempat korban yang mengalami luka bakar serius berhasil dievakuasi dari titik koordinat kebakaran. Guna mendapatkan penanganan spesifik, para korban langsung dilarikan ke RSUD Dr. Kandou di Manado.
Komandan Satrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP., menegaskan bahwa kehadiran TNI AL di setiap situasi darurat adalah mandat utama untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat maritim.
”Kami berharap kehadiran TNI AL dalam setiap situasi darurat di laut dapat memberikan rasa aman serta pertolongan yang cepat, tepat, dan profesional bagi masyarakat,” ujar Kolonel Marvill.
Aksi ini sekaligus menjadi wujud nyata dari semboyan Jalesveva Jayamahe, di mana TNI AL tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan di wilayah perairan Indonesia.
















