Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaBisnis & EkonomiBitungPemerintahan

Bitung Masuk Tren Positif, Walikota Hengky Paparkan Strategi Tekan Pengangguran di Kemendagri

×

Bitung Masuk Tren Positif, Walikota Hengky Paparkan Strategi Tekan Pengangguran di Kemendagri

Sebarkan artikel ini
TEKAN PENGANGGURAN: Walikota Bitung, Hengky Honandar SE, saat memaparkan strategi transformasi ekonomi dan penurunan pengangguran dalam agenda penilaian BSKDN Kemendagri secara virtual dari Ruang Kerja Walikota, Rabu (1/4/2026). (Foto: Istimewa/Dok. SUDARA.ID)
TEKAN PENGANGGURAN: Walikota Bitung, Hengky Honandar SE, saat memaparkan strategi transformasi ekonomi dan penurunan pengangguran dalam agenda penilaian BSKDN Kemendagri secara virtual dari Ruang Kerja Walikota, Rabu (1/4/2026). (Foto: Istimewa/Dok. SUDARA.ID)
Example 468x60

Bitung, SUDARA.ID – Walikota Bitung, Hengky Honandar SE, memaparkan capaian dan strategi progresif Pemerintah Kota Bitung dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di hadapan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri. Presentasi tersebut disampaikan dalam agenda Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah yang diikuti secara virtual dari Ruang Kerja Walikota, Rabu (1/4/2026).

​Dalam paparannya yang bertajuk “Kinerja Pemerintah Daerah Dalam Penurunan Pengangguran Terbuka di Kota Bitung”, Walikota Hengky menegaskan bahwa penurunan angka pengangguran merupakan komitmen fundamental untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Example 300x600

Meskipun data historis menunjukkan tren penurunan yang moderat, pemerintah Kota Bitung tetap menjadikan sektor ini sebagai prioritas utama karena korelasinya yang sangat kuat dengan angka kemiskinan daerah yang tercatat berada di level 5,81% pada tahun 2025.

Baca juga:   Siap Amankan Malam Takbiran 2026, Polres dan Pemkot Bitung Perkuat Sinergi Lintas Sektoral

​Hengky menjelaskan bahwa keberhasilan Bitung dalam menjaga aktivitas ekonomi tetap positif didorong oleh optimalisasi sektor-sektor unggulan, seperti perikanan, industri pengolahan, logistik, dan perdagangan.

Pertumbuhan ini diperkuat dengan peningkatan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung yang difokuskan pada hilirisasi dan daya saing regional. Selain itu, program padat karya dan pemberdayaan UMKM menjadi pilar penting dalam menyerap tenaga kerja lokal di tengah tantangan ekonomi global.

​”Kami tidak hanya fokus pada penciptaan lapangan kerja baru melalui investasi strategis, tetapi juga pada penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Melalui pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta sistem link-and-match dengan kebutuhan industri, kami memastikan tenaga kerja lokal memiliki daya saing yang tinggi,” ujar Hengky dalam narasi presentasinya.

Baca juga:   Pemkot Bitung Salurkan 1,2 Miliar Bonus Atlet Porprov XII, Masuk List Pemda Paling Responsif di Sulut

​Pemerintah Kota Bitung juga telah memetakan sejumlah Program Unggulan untuk mempercepat target tersebut. Di antaranya adalah Program Unggulan-5 yang fokus pada pemberantasan kemiskinan melalui pelatihan produktivitas, serta Program Unggulan-10 yang mendorong pemerataan ekonomi melalui promosi dan kemudahan sistem investasi.

Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif (Program Unggulan-13) dan pembinaan kelompok usaha milenial (Program Unggulan-16) menjadi langkah inovatif untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang adaptif terhadap transformasi digital.

Baca juga:   Safari Ramadan di Bolsel, Gubernur Yulius Kokohkan Pilar Kerukunan dan Kemandirian Daerah

​Dampak dari sinergi kebijakan ini mulai dirasakan masyarakat, yang ditandai dengan meningkatnya pendapatan keluarga serta penguatan daya beli warga Bitung. Kondisi ekonomi yang membaik ini secara langsung berkontribusi pada stabilitas sosial dan keamanan di wilayah kota pelabuhan tersebut.

​Menutup presentasinya, Walikota Hengky Honandar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi, pihak swasta, dan masyarakat.

Ia menyatakan bahwa tantangan pasca-pandemi dan dinamika ekonomi global memerlukan adaptasi kebijakan yang berkelanjutan, termasuk pemberian insentif bagi perusahaan yang memprioritaskan tenaga kerja lokal serta penguatan sistem data ketenagakerjaan agar kebijakan di masa depan tetap tepat sasaran dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *