Manado, SUDARA.ID – Pemandangan politik menarik tersaji di kediaman resmi Gubernur Sulawesi Utara saat Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menyambut hangat kunjungan jajaran elit DPD PDI Perjuangan Sulut pada Senin (11/5/2026) pagi. Pertemuan ini menyuguhkan atmosfer yang menyejukkan sekaligus memantik teka-teki strategis bagi publik di Bumi Nyiur Melambai.
Silaturahmi bertajuk diplomasi ‘Baku Tongka’ ini dipimpin langsung oleh Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey, SE. Kehadiran tokoh kunci “Banteng Moncong Putih” tersebut menjadi sorotan tajam, mengingat posisi Yulius Selvanus yang juga merupakan Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara.
Pertemuan lintas poros ini mempertegas komitmen kedua belah pihak untuk membangun daerah melalui semangat saling menopang, meski berada di bawah bendera partai yang berbeda.
Konsolidasi Membangun “Bumi Nyiur Melambai”
Rombongan PDI Perjuangan hadir dengan kekuatan penuh. Dalam momen ‘bakudapa’ yang berlangsung akrab tersebut, Olly Dondokambey didampingi oleh jajaran figur kunci partai, di antaranya Wakil Ketua DPD PDIP Sulut, Steven Kandouw, Anggota DPR RI, Yasti Soepredjo Mokoagow, serta Ketua Fraksi PDIP DPRD Sulut, Rocky Wowor. Tampak pula hadir barisan kepala daerah se-Sulawesi Utara yang merupakan kader potensial partai berlambang banteng tersebut.
Dalam keterangannya, Olly Dondokambey menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan konkret dalam mengawal jalannya roda pemerintahan. Ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antara PDI Perjuangan sebagai pemenang legislatif dengan pihak eksekutif demi percepatan pembangunan dan kepentingan masyarakat luas.
”Pemerintah butuh PDI Perjuangan untuk mendorong kebijakan-kebijakan pemerintah,” ujar Olly lugas di hadapan awak media.
Diplomasi “Baku Tongka”
Gubernur Yulius Selvanus menyambut hangat kehadiran jajaran tokoh senior politik Sulawesi Utara tersebut. Baginya, membangun daerah yang luas dan majemuk tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan menuntut kolaborasi inklusif lintas warna politik. Dalam kesempatan itu, ia kembali menggarisbawahi filosofi lokal sebagai fondasi utama dalam menakhodai pemerintahan di Bumi Nyiur Melambai.
“Membangun daerah yang luas ini tidak bisa sendirian. Kita butuh semangat ‘Baku Tongka’ atau saling menopang dari seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik,” ungkap Gubernur Yulius dengan nada apresiatif.
Misteri 2029 di Balik Senyum Rocky Wowor
Meski dibalut dalam agenda formal silaturahmi pembangunan, aroma politik jangka panjang tetap tercium kuat. Pertemuan dua kekuatan besar, Gerindra dan PDIP, ini tak pelak memicu spekulasi mengenai arah komunikasi politik menuju tahun 2029 mendatang.
Saat dikonfirmasi mengenai isi diskusi mendalam dengan sang Gubernur, Rocky Wowor memberikan jawaban diplomatis yang sarat makna.
”Cuma silaturahmi bahas kemajuan daerah,” jawab Rocky singkat sembari melempar senyum khas yang memancing rasa penasaran. Saat didesak mengenai kemungkinan koalisi permanen di masa depan, politisi asal Bolmong Raya ini memilih tidak memberi tanggapan verbal, hanya membalas dengan ekspresi penuh teka-teki.
Pertemuan ini menjadi sinyal krusial bahwa di tengah perbedaan bendera partai, stabilitas politik di Sulawesi Utara tetap terjaga melalui komunikasi yang cair di level pimpinan puncak. Momentum silaturahmi ini seolah menegaskan bahwa kepentingan daerah berada di atas segalanya. Kini, publik pun mulai menerka-nerka: apakah ini murni sinergi demi percepatan pembangunan, atau justru langkah awal menuju terbentuknya poros baru di masa depan? Hanya waktu yang akan menjawab.

















