Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
BeritaHukrimNasionalPolitik

Gugatan Hasil Pemilu 2024, Gema Wong Cilik Nusantara ‘Endus’ Indikasi Gerakan Goyang Stabilitas Nasional

×

Gugatan Hasil Pemilu 2024, Gema Wong Cilik Nusantara ‘Endus’ Indikasi Gerakan Goyang Stabilitas Nasional

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Massa (Gema) Wong Cilik Nusantara, Muh Nur Cahyono. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Massa (Gema) Wong Cilik Nusantara, Muh Nur Cahyono. (Foto: Istimewa)
Example 468x60

Jakarta, SUDARA.ID – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Massa (Gema) Wong Cilik Nusantara, Muh Nur Cahyono, mengeluarkan pernyataan keras menyikapi dinamika kebangsaan terkini. Organisasi kemasyarakatan tersebut mencium adanya indikasi pergerakan terstruktur dari kelompok tertentu yang berupaya menggoyang stabilitas nasional melalui jalur gugatan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

‎​Menurut Muh Nur Cahyono, tindakan kelompok-kelompok yang terus-menerus mempersoalkan legitimasi hasil Pemilu 2024 sudah jauh melampaui batas kewajaran demokrasi. Ia menilai langkah tersebut sarat muatan politis untuk memecah belah keutuhan bangsa.

Example 300x600

‎​”Mempersoalkan kembali hasil Pemilu 2024 bukan lagi sekadar dinamika biasa, melainkan sebuah upaya sistematis untuk memecah belah bangsa Indonesia. Lebih dari itu, manuver ini dibaca sebagai pintu masuk untuk mengganggu kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Muh Nur Cahyono di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Baca juga:   Polda Sulut Gelar Farewell Parade Lepas Irjen Pol Setyo Budiyanto

Pihaknya menyoroti bagaimana kelompok tersebut berupaya mendelegitimasi hasil pemilihan presiden dan wakil presiden yang sah secara hukum. Mengingat Pemilu 2024 merupakan satu kesatuan paket kepemimpinan nasional, upaya menganulir atau menggugat posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara otomatis dinilai sebagai serangan langsung terhadap stabilitas pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

Gema Wong Cilik Nusantara memperingatkan publik agar tidak terkecoh dengan kemasan hukum yang digunakan oleh kelompok tersebut. Di balik narasi konstitusional yang diusung, tersimpan gelagat politik adu domba demi kepentingan kelompok tertentu.

‎Lebih lanjut, Muh Nur Cahyono membeberkan sejumlah modus operandi yang dibaca pihaknya di balik gerakan tersebut. Menurutnya, upaya hukum yang dipaksakan saat ini tidak lebih dari bentuk manipulasi demokrasi yang mencederai esensi konstitusi serta mengabaikan keputusan mutlak jutaan rakyat Indonesia pada Pemilu 2024. Bahkan, Gerakan tersebut juga dinilai sengaja diciptakan untuk melakukan adu domba antara elite dan akar rumput demi menciptakan ketegangan serta keretakan di internal pemerintahan yang sah.

Baca juga:   Skandal Dana Desa Watudambo II Bergulir di Polda Sulut: Dugaan Penggelapan Gaji Guru PAUD Hingga Jalan Tani Rp214 Juta

‎Tidak hanya itu, Gema Wong Cilik Nusantara turut mencurigai adanya tunggangan kepentingan pihak-pihak tertentu yang berupaya memanfaatkan situasi demi melemahkan kedaulatan negara.

Menyikapi situasi ini, Gema Wong Cilik Nusantara secara tegas mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beserta jajaran penegak hukum untuk tidak tinggal diam. Pemerintah diminta mengambil langkah terukur dan bersikap tegas terhadap aktor-aktor politik yang berupaya merusak tatanan stabilitas nasional.

Baca juga:   Presiden Jokowi Puji Semangat Kerja Keras dan Disiplin Nasabah PNM

“Kami meminta kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto agar lebih serius mencermati pergerakan kelompok ini dan menindak tegas pihak-pihak yang berupaya merusak stabilitas serta memecah belah persatuan nasional,” tegas Muh Nur Cahyono.

‎​Di pengujung pernyataannya, Gema Wong Cilik Nusantara mengimbau para elite politik di tingkat nasional agar menghentikan segala bentuk polemik berkepanjangan yang kontraproduktif. Para pemimpin bangsa diingatkan untuk kembali fokus memikirkan kesejahteraan rakyat kecil (wong cilik) ketimbang mempertontonkan kegaduhan politik yang merugikan masa depan bangsa. (Ridho L Tobing)

Loading

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *