Bitung, SUDARA.ID – Pemerintah Kecamatan Lembeh Selatan (Lesat), Kota Bitung, memperketat pengawasan penggunaan fasilitas negara. Camat Lembeh Selatan, Rafles P. Masoara, SE, secara tegas melarang seluruh jajarannya menggunakan kendaraan dinas keluar wilayah tanpa instruksi resmi.
Penegasan ini disampaikan Rafles usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Senin, 4 Mei 2026. Langkah tersebut diambil guna memastikan aset daerah digunakan secara bertanggung jawab dan berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat.
Rafles menekankan bahwa kendaraan operasional merupakan alat penunjang kerja, bukan fasilitas pribadi yang bisa digunakan bebas.
“Kami pastikan semua tetap sesuai petunjuk. Tidak ada penggunaan fasilitas keluar daerah tanpa instruksi. Semua difokuskan untuk pelayanan masyarakat di kecamatan,” ujar Rafles.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga disiplin aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Lembeh Selatan. Menurutnya, penggunaan fasilitas negara yang tepat sasaran adalah kunci utama dalam menjaga profesionalisme kerja.
Selain larangan keluar wilayah, pihak kecamatan juga akan melakukan pengawasan melekat terhadap mobilitas kendaraan dinas. Hal ini dilakukan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Poin-poin utama penegasan Camat Lembeh Selatan:
– Larangan Keras: Tidak ada kendaraan dinas yang diperbolehkan melewati batas wilayah tanpa surat tugas atau instruksi pimpinan.
– Fungsi Utama: Fasilitas negara hanya untuk mendukung kepentingan dinas dan pelayanan warga.
– Sanksi Disiplin: Pengawasan dilakukan secara ketat guna menghindari penyalahgunaan aset.
“Dengan pengawasan yang ketat serta kepatuhan terhadap aturan, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin meningkat,” lanjutnya.
Menutup keterangannya, Rafles menjelaskan bahwa konsistensi dalam menjalankan aturan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya soal aturan, tetapi bagaimana menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
















