Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaPemprov Sulut

Bukan Pion, Gubernur Yulius Atur Formasi Pergerakan Eselon III sebagai Perwira Tangguh Hadapi Tantangan Fiskal

×

Bukan Pion, Gubernur Yulius Atur Formasi Pergerakan Eselon III sebagai Perwira Tangguh Hadapi Tantangan Fiskal

Sebarkan artikel ini
SATU KOMANDO: Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus saat memberikan pengarahan taktis kepada ratusan pejabat Eselon III di Aula Mapalus, Kantor Gubernur, Jumat (17/7/2026). (Foto: Istimewa)
SATU KOMANDO: Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus saat memberikan pengarahan taktis kepada ratusan pejabat Eselon III di Aula Mapalus, Kantor Gubernur, Jumat (17/7/2026). (Foto: Istimewa)
Example 468x60

Manado, SUDARA.ID – Layaknya seorang grandmaster catur profesional, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, bergerak dinamis menata lini birokrasinya. Langkah strategis ini diambil guna menghadapi kompleksitas tantangan global yang berdampak signifikan pada kondisi fiskal daerah dan dinamika sosial kemasyarakatan.

​Gubernur melecut semangat gerak maju kreativitas aparatur di setiap lini birokrasi, agar dapat mengikuti ritme kepemimpinannya demi mewujudkan visi Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.

Example 300x600

​Ketegasan dan visi taktis tersebut tergambar jelas dalam agenda pengarahan tatap muka langsung yang dipimpin Gubernur Yulius Selvanus, didampingi Sekretaris Provinsi Tahlis Gallang, di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Jumat (17/7/2026).

​Di hadapan ratusan Pejabat Administrator (Eselon III) dan Pejabat Fungsional Ahli Madya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa di tengah situasi fiskal tahun 2026 yang penuh tantangan akibat pemotongan dana transfer pusat, tidak ada lagi ruang bagi pejabat yang bekerja biasa-biasa saja.

​”Kalian ini ujung tombak pemerintahan. Kalian yang mengoperasionalkan dan mengawasi secara langsung seluruh pekerjaan di provinsi. Karena itu tidak ada kata lain untuk bermalas-malasan. Kondisi saat ini penuh tantangan, dan ini menjadi kesempatan bagi Eselon III untuk melihat peluang dan memaksimalkan sumber daya yang ada,” tegas Yulius dengan nada retorika yang kuat.

Baca juga:   Gubernur Olly Dondokambey Berikan BPJS Ketenagakerjaan kepada Pekerja GMIM

​Sebagai arsitek strategi di puncak pemerintahan, Gubernur Yulius sangat memahami peran penting dari setiap jajaran yang dipimpinnya. Pejabat Administrator layak dianalogikan mengikuti langkah Bishop (Gajah), untuk bergerak taktis di koridornya masing-masing untuk menerjemahkan kebijakan makro menjadi aksi nyata.

​Sementara itu, Pejabat Fungsional bertindak bak Knight (Kuda) yang lincah melompat di setiap sekat birokrasi melalui keahlian spesifik mereka. Keduanya dituntut bersinergi secara kreatif guna menghadirkan solusi kinerja terbaik, serta aktif menyebarluaskan informasi resmi pemerintah melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandi, dan Statistik (DKIPS) Sulut.

​Gubernur juga menyoroti pentingnya kepekaan birokrasi terhadap dinamika di akar rumput. Ia mencontohkan komoditas cengkih yang harganya terus merosot akibat minimnya terobosan hilirisasi. Bagi Gubernur Yulius, seorang pemain catur yang andal tidak akan membiarkan posisi bidaknya tertekan tanpa melakukan perlawanan kreatif.

Baca juga:   Maurits Mantiri Lega Kajari Bitung Tuntaskan Kasus Pemecah Ombak

​”Pemerintah harus hadir melahirkan inovasi yang mampu mengoptimalkan sektor unggulan daerah seperti pertanian, perikanan, dan pertambangan guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” lanjutnya.

​Namun, akselerasi roda pemerintahan ini tidak sekadar menuntut kerja keras, melainkan juga dibarengi dengan komitmen humanis dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang unggul. Menyadari bahwa harmonisasi dan kapasitas internal adalah kunci kemenangan, Gubernur Yulius mengumumkan rencana strategis berupa pemberian beasiswa penuh dari Pemprov Sulut bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan.

​”Kalau kita ingin Sulawesi Utara terus maju dengan kekayaan alam yang melimpah, maka kita harus memiliki SDM yang mampu mengelola kekayaan tersebut. Kalau dia Eselon III, sekolahkan. Kalau tidak bisa disekolahkan, kursuskan. Kalau tidak bisa, latih. Kalau tidak bisa lagi, beri pembekalan. Kalau sudah tidak bisa juga, ya bubarkan,” ucap Gubernur Yulius yang langsung disambut riuh tepuk tangan para peserta.

Baca juga:   Mau Jadi Pengawas TPS Pilkada 2024 Kota Manado, Pantau di Sini

​Di samping investasi pendidikan, Gubernur Yulius memberikan garansi bahwa setiap langkah inovatif dan prestasi kerja para pejabat akan menjadi rapor utama dalam pengembangan karier serta promosi kepangkatan.

​Di akhir arahannya, Gubernur yang genap memimpin Sulawesi Utara selama satu tahun enam bulan ini membakar semangat para birokrat dengan doktrin kerja yang solid dan berintegritas.

​”Sulawesi Utara satu komando, petarung! Saya ingin kita bekerja dengan baik. Biarkan pimpinan yang menilai. Kalau pimpinan tidak bisa menilai, Tuhan pasti menilai. Siapa yang melakukan yang terbaik, berkat pasti akan datang kepadanya,” pungkas jenderal purnawirawan bintang dua tersebut.

​Pertemuan berkala yang nantinya akan dilanjutkan secara bertahap hingga ke tingkat Eselon IV dan para camat se-Sulut ini menegaskan satu hal: di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus, jalannya pemerintahan Sulawesi Utara kini bergerak dalam satu ritme yang profesional, adaptif, kolaboratif, dan sepenuhnya berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Bumi Nyiur Melambai.

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *